free hit counter
Home Highlight Musik
Diterbitkan pada: Fri, Jan 4th, 2013
: 1 Dibaca
Share   
share :
     

Saxommunity Cibubur: Lestarikan Saxophone Dengan Buka Kursus Gratis

Saat melintasi jalan Alternatif Cibubur, pernahkah Anda melihat sebuah Ruko kecil bertuliskan Rumah Tiup Cibubur? Nah, disinilah markas para penggemar alat musik saxophone, bernama Saxommunity. Lokasinya tepat berada di seberang pombensin Shell.

Sabtu (29/12) lalu, cibuburklik sempat menyambangi Rumah Tiup ini. Alunan indah dari tiupan saxophone yang memainkan beberapa instrumen dari tembang lawas Chrisye, menyambut dan menarik perhatian kami sore itu.

Saxommunity merupakan satu-satunya komunitas penggemar Saxophone di Indonesia lho, anggotanya saat ini berjumlah 50 orang. Komunitas yang menjadi wadah berkumpulnya pecinta saxophone ini memiliki cita-cita melestarikan Saxophone di Indonesia.

“Awalnya ini hanya toko dan tempat servis Saxophone, dan saat ini menjadi tempat kumpul, berbagi info, bahkan membuka kursus gratis untuk siapapun,” jelas Didit, ketua Saxommunity. Didit mengelola Rumah Tiup ini bersama sang istri Lucy, yang juga seorang saxophonist.

Kursus gratis yang diusung komunitas ini juga merupakan aksi melestarikan Saxophone. “Karena gratis, banyak orang yang tidak serius mempelajarinya. Makanya kami menambahkan, kursus ini gratis bagi orang yang serius, dan mempunyai jadwal-jadwal khusus,” ungkap Didit.

Di depan Rumah Tiup ini, Saxommunity kerap menggelar jazz lesehan. Selain menjadi ajang kumpul dan aksi, jazz lesehan ini juga untuk melatih mental para pelajar yang kursus untuk berani tampil di publik. Lesehan ini biasanya digelar tiga bulan sekali.

Anggota Saxommunity ini tak hanya warga Cibubur, bahkan ada yang berdomisili di Tangerang dan wilayah lain di luar Cibubur. Salah satunya Efendi, warga Cimanggis yang sudah 4 bulan belajar bersama Saxommunity. “Saat ini saya dipercaya mengisi sebuah program di KompasTV,” ujar Efendi.

“Kami juga sering diundang untuk mengisi acara, baik yang off-air maupun di program-program televisi, sebagai pengiring,” kata Didit. Hebatnya lagi, dalam waktu dekat, anggota yang anak-anak dari komunitas ini diundang di sebuah acara PBB dari Unicef.

Anggota termuda dari Saxommunity ini berusia 7 tahun, sementara yang paling tua berusia 70 tahun. Menurut Didit, biasanya yang berusia 70 tahun itu ikut gabung, tak hanya untuk belajar, namun sebagai terapi pernafasan. Biasanya, para anggota saxommunity ini juga mengajar kursus-kursus private dari rumah ke rumah.

Tak henti sekedar kumpul-kumpul dan mengisi acara, untuk menjaga konsistensinya memasyarakatkan Saxophone, Didit dan kawan-kawan saat ini sedang bersafari pulau Jawa, khususnya Yogyakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur.
“Sambil berjaring, buka network, sekalian kita refreshing jalan-jalan sih,” tuturnya seraya tertawa.
Saat bincang-bincang di rumah tiup ini, kami pun ikut merasakan suasana kekeluargaannya. Tanpa melihat hebat atau tidaknya para anggota memainkan Saxophone, tanpa melihat berapa harga dan kualitas Saxophonenya, menurut Didit kekeluargaan dan saling berbagi menjadi nafas dari komunitas ini.

Baiklah, sukses terus untuk Saxommunity dalam melestarikan Saxophone di Indonesia.

Saxommunity
Rumah Tiup Cibubur
Jl. Alternatif Cibubur (seberang pom bensin Shell)
0857 8113 8889 (Didit), 0857 1026 8882 (Lucy)

 

 

 



Komunitas Terkini Terpopuler

Artikel Terkini


August 13, 2013 at 3:57 pm

Mengenal lebih dekat dengan sejarah Palang pintu

August 13, 2013 at 3:37 pm

Tips dan trick Belajar beatbox ala Cibox Clan